Jalan-Jalan ke Bolmut Part II

Karya Alam

‘Part II’
Bolaang Mongondow Utara (BOLMUT)

Destinasi Wisata, daerah yang menjadi perbatasan dengan Provinsi Gorontalo ini, memili keindahan alam  yang tak kalah bersaing dengan Kabupaten/Kota lain di Sulawesi Utara. Keindahan  alamnya baru dikonsumsi oleh masyarakat lokal,  ini menjadikan nilai tambah bagi (BOLMUT) dan para traveler tentunya. Perkembangan media sosial menjadi salah satu alat bagi masyarakat untuk memperkenalkan tempat-tempat yang menurut mereka indah dan bisa dipublikasikan. Beberapa destinasi wisata yang bisa anda jumpai di Kabupaten  Bolaang Mongondow Utara  (Bolmut) :

Bukit Teletubies, berbatasan langsung dengan Kabupaten Bolmong, gugusan bukit-bukit yang indah sepanjang Desa Mohabak di jalan Trans Sulawesi.


Lapangan Kembar, lapang yang biasa digunakan masyarakat atau pemerintah untuk kegiatan yang berhubungan dengan sosial budaya setempat, keagamaan dan kampanye politik tentunya. Terletak dipusat kota Boroko dan berdekatan dengan permukiman warga.

  
Pantai Pinagut, lokasinya di Boroko, jarak sekitar 200m dari jalan utama, pantai dengan pasir putih dengan panjang sekitar 100m beserta bebatuan dan berlatar belakang bukit-bukit dari semenanjung Sulawesi.

Pasar 12Jam, Kabupaten Bolmut ternyata hanya memiliki pasar yang dibuka hanya 12jam dan diberi nama oleh masyarakat ‘pasar 12jam’ ketika anda datang kesini sudah lewat jam 12.00WITA kondisi pasar mulai sepi.



Pelabuhan Boroko, hanya memiliki satu pelabuhan dan digunakan para nelayan untuk memarkir perahu tentunya. Lokasi berada di belakang pasar 12Jam. Mirisnya para nelayan disini mencari ikan sangat jauh dari pesisir, hal ini berdasrkan hasil percakapan dengan para nelayan yang mengatakan untuk pesisir pantainya sendiri banyak karang yang sudah rusak, dengan tangan-tangan jahil mereka menangkap ikan dengan cara mengebom. Hal ini tentunya dapat menggurangi hasil tangkapan yang akan mereka cari.

Bendungan Pontak, lokasinya berada di Desa Gihang Kecamatan Kaidipang. Sebagai tempat favorit masyarakat lokal untuk berkumpul disore hari.

Air Terjun Pontak, lokasinya tidak jauh dari bendungan, disini sering menjadi tempat kumpul anak-anak muada yang penggiat media sosial tentunya. 

Jalan-Jalan ke Bolmut Part I

Karya Alam

‘Part I’
Bolaang Mongondow Utara (BOLMUT)



Berkuda Mesin melintasi jalan Trans Sulawesi dengan jarak tempuh 270,8Km dari kota Manado, menuju ke perbatasan Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo tepatnya di BOLMUT (Bolaang Mongondow Utara). Pagi yang cerah, mencuri waktu luang disela kesibukan yang tak henti-hentinya. Keinginan untuk melihat perbatasan Sulawesi Utara nan Indah, hijau persawahan, dan bukit-bukit membuat kesedihan alur pikir yang mulai luntur karena dihidangkan dengan pemandangan-pemandangan yang luar biasa.


Persawahan Bolmut


Bolaang Mongondow Utara adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, atau Pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongodow (Bolmong) yang terkenal dengan potensi pertanian atau sebagai dapur Beras untuk Provinsi Sulawesi Utara. Boroko sebagai pusat kota Bolmut, kota kecil yang membentuk grid-Iron atau terlihat seperti papan catur, dengan bentuk seperti itu maka jalan-jalan Raya akan terlihat grid; bagi pengguna kendaraan pribadi atau orang yang baru tiba di kota ini, pasti merasa bingung,. Karena kurangnya penanda jalan yang tidak terlihat, ditambah lahan-lahan permukiman yang masih luas sebagai penanda ketersediaan lahan masih ada. Masayarakat yang ramah, sudah menjadi identitas Bangsa Kita “INDONESIA”. Dengan latar belakang penghuni Kabupaten Bolmut yang hiterogen, menjadikan pilihan untuk memilih beragam pekerjaan. Atau hampir 60% mereka memiliki lahan pertanian; baik lahan basah sebagai persawahan dan atau kering yang ditanami tanaman musiman.


Suatu Daerah tidak terlepas dari history yang berkepanjangan, dengan adanya Rumah Adat Mesel (Tinggi) dan Rumah Adat Komalig, menjadi bukti peradaban hadirnya Bolmut.

Rumah mesel (Tinggi) pernah dibeli Oleh Jendral Belanda Pilips thn 1914

Tangga Depan
Ukiran Kolonial


Interior Era Kolonial
Tempat Tidur Raja





Arsitektur Kota Kampung Arab Manado

Arsitektur Kota
Kampung Arab Manado


Masjid Masyhur Istiqlal

Kampung Arab Manado berada di Kelurahan Istiqlal Kecamatan Wenang, ditinggali oleh masyarakat yang heterogen. Kampung Arab adalah sebuah kampung yang pada sebagian wilayahnya banyak di tinggali oleh komunitas etnis Arab. Pada kenyataannya memang tidak seluruh masyarakat yang tinggal di Kampung Arab Manado adalah etnis keturunan Arab, melainkan dari berbagai etnis dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Dimana karakteristik kebudayaan suatu etnis bisa mempengaruhi cara hidup satu kelompok, Herskovist (dalam Setadi dan Kolip, 2010). Hal ini sangat berpengaruh terhadap aktifitas keseharian mereka, terutama aktifitas yang berlangsung di permukiman Kampung Arab itu sendiri. Karena merupakan domain yang mewakili kebudayaan suatu etnis pada sebuah kawasan permukiman.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kampung Arab Manado dengan berbagai kegiatan aktivitas di dalamnya yang semakin hari semakin meningkat. Mengakibatkan permukiman Kampung Arab mulai tergeser kerarah modernisasi secara perlahan-lahan atau dipaksa untuk merubah fungsinya, apakah itu bangunan-bangunan tuanya, bangunan yang tidak terpakai, bahkan ruang luarnya. Perubahan fungsi kawasan, keterkaiatanya dengan perubahan fungsi lahan dan bangunan; baik fisik, kepadatan bangunan, facade atau wajah bagunan dan struktur ruangnya. Akibat dari perubahan pada ruang permukiman Kampung Arab dan beragam aktivitas didalamnya, kini masyarakat yang ada di dalam Kampung Arab Manado, baik yang berdomisili dan pengunjung sudah tidak mempedulikan atau mulai kehilangan mental terhadap permukiman Kampung Arab Manado. Padahal makna dari suatu ruang permukiman, bukan hanya diciptakan sebagai sebuah tempat, melainkan memberikan jiwa dan menghidupkan existensi dari ruang itu sendiri. Seperti yang diketahui kawasan permukiman Kampung Arab Manado adalah salah satu dari berbagai 'kawasan Tua' yang dimiliki oleh kota Manado yang patut dipertahankan.

Dalam Arsitektur Kota, makna ruang merupakan elemen yang fundamental karena ide dari segala bentuk dilingkungannya, membantu menjelaskan suatu ruang masih terlihat hidup atau terkesan hancur (mati), oleh masyarakat yang ada di dalamnya. Pada kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari etnis keturuan Arab Manado masih memegang teguh norma-norma warisan leluhur yang berdasar pada norma-norma Islam. Sejalan dengan ungkapan Amos Rapoprt (1996), bahwa aspek-aspek norma, kultur, psikologi masyarakat yang berbeda akan menghasilkan konsep dan wujud ruang yang berbeda pula. Untuk dapat mempertahankan permukiman Kampung Arab Manado yang berujud identitas, seharusnya masyarakat etnis keturunan Arab dalam mewujudkan permukiman, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kebutuhannya dan diikuti  dengan perkembangan zaman.


PUSTAKA
Setadi, E.M. dan Kolip, U., 2010, Pengantar Sosiologi. Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Soisal : Teori, Aplikasi, dan Pemecahan. Kencana Prenademedia Grub. Bandung
Rapoprt, A., 1996, Human Aspects Of Urban Form. Pergamon Press. Oxford.